Diisolasi waktu
Suatu waktu sekutu layu
Buku-buku mencatat sejarah kelabu
Yang berjuang tinggal satu
Kenapa dengan hari ini
Mataku menatap esok saat mentari
Bersinar segar di suatu pagi
Apakah ini sebuah tebusan untuk kebahagiaan lagi
Cemas tenaga terkuras
Orang-orang mulai berlarian was-was
Di mana-mana banyak pengawas
Semua berdoa semoga lekas tuntas
Ulah manusia kembali kepada manusia
Yang masih hidup menanggung siksa
Entah siapa yang mengawalinya
Hingga sampai begini rata
Para medis tak henti menangis
Setiap keluhan harus ia tepis
Memandangi keluarganya lewat layar tipis
Ia harus kuat meski tenaga terkuras habis
Bertaruh nyawa untuk jiwa
Lapar, haus, capek, kencing, dan berak harus ia tahan sampai waktunya
Dan sejujurnya siapa yang tega
Namun apa boleh buat, kami hanya mengirim doa
mengisolasi diri beresiko tinggi
Tak mengisolasi dikata bunuhdiri
Mana yang harus kami imani
Sedang tak ada jaminan atas pilihan ini
Suatu waktu sekutu layu
Buku-buku mencatat sejarah kelabu
Yang berjuang tinggal satu
Kenapa dengan hari ini
Mataku menatap esok saat mentari
Bersinar segar di suatu pagi
Apakah ini sebuah tebusan untuk kebahagiaan lagi
Cemas tenaga terkuras
Orang-orang mulai berlarian was-was
Di mana-mana banyak pengawas
Semua berdoa semoga lekas tuntas
Ulah manusia kembali kepada manusia
Yang masih hidup menanggung siksa
Entah siapa yang mengawalinya
Hingga sampai begini rata
Para medis tak henti menangis
Setiap keluhan harus ia tepis
Memandangi keluarganya lewat layar tipis
Ia harus kuat meski tenaga terkuras habis
Bertaruh nyawa untuk jiwa
Lapar, haus, capek, kencing, dan berak harus ia tahan sampai waktunya
Dan sejujurnya siapa yang tega
Namun apa boleh buat, kami hanya mengirim doa
mengisolasi diri beresiko tinggi
Tak mengisolasi dikata bunuhdiri
Mana yang harus kami imani
Sedang tak ada jaminan atas pilihan ini

Comments
Post a Comment